Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 November 2021

Workshop Pengembangan Kompetensi Guru Hari Pertama

Mendalami PGRI melalui Workshop Pengembangan Kompeternsi Guru Dalam Rangka HUT PGRI ke-76 dan HGN 2021 Kab. Musi Rawas


Dalam rangka HUT PGRI ke-76 dan HGN 2021, Pengurus PGRI Smart Learning and Character Centre (PSLCC) Kabupaten Musi Rawas menyelenggarakan Workshop untuk pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan dari tanggal 9-11 November 2021 secara virtual dengan media zoom meeting. Dengan materi-materi yang menarik membuat ketertarikan saya untuk mengikuti kegiatan tersebut, ditambah dengan para nara sumber yang berkompeten di bidangnya masing-masing makin menambahkan keyakinan saya untuk belajar mengembangkan kompetensi sebagai pendidik.

Di hari pertama, tepatnya tanggal 9 November 2021 sesuai rundown kegiatan yang dishare panitia seperti berikut:



Hari pertama, seperti biasa kegiatan diawali dengan acara pembukaan secara ceremonial yang dipandu oleh Moderator Andalan FK-KKG, beliau adalah ibu Elisabeth  Nia Asni Utami, S,Pd.


dan dibantu oleh Tim Indonesia Mengajar, diantaranya mas Zidney


Acara dibuka oleh Bapak Sekretaris Dinas Pendidikan, beliau Bapak Hartoyo, M.Pd.


Selanjutnya, untuk doa dipandu oleh H. Bambang Edi Purnomo, S.Pd.



Salah satu materi yang disampaikan tentang AD/ART PGRI oleh Bapak Susanto, S.Pd. Beliau adalah Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi PGRI Kab. Musi Rawas. Selain itu juga, menekuni dibidangnya sebagai penulis buku. Di Musi Rawas beliau lebih dikenal sebagai Bapak Blogger Musi Rawas karena karya tulisnya yang selalui mewarnai blognya dengan ide-ide/cerita/wawasan dan lain sebagainya yang menjadi sebutan itu menyandang beliau. Tulisannya dapat dikunjungi diblognya https://blogsusanto.com/.



Materi AD/ART ini juga disampaikan oleh Bapak Eko Sujarwo, M.Pd. Beliau merupakan Sekretaris PGRI kabupaten Musi Rawas. 

Saya meyakini banyak rekan-rekan guru yang belum memahami seutuhnya tentang AD/ART PGRI, termasuk saya pribadi. Rasanya sangat ironis, seorang guru namun tidak memahami tentang AD/ART sebuah organisasi yang menaunginya. Saya merasa bersyukur dengan mengikuti workshop ini, sedikit banyak mengetahui AD/ART PGRI.  

Berikut materi tentang AD/ART PGRI pada kegiatan Workshop Pengembangan Kompetensi Guru di hari pertama dapat di download di link berikut:

Materi 1 : AD/ART PGRI 
Materi 2 : ART PGRI

Demikian hasil pembelajaran di hari pertama Workshop Pengembangan Kompetensi Guru HUT PGRI ke-76 dan HGN 2021 Kab. Musi Rawas. Semoga bermanfaat.



Sabtu, 19 September 2020

Awalku mengenalmu "Mr Powtoon"

Assalamu'alaikum wr. wb

Salam sejahtera untuk kita semua

Sebelum ini aku berusaha mencoba searching di dunia maya tentang aplikasi membuat video animasi dan ternyata banyak sekali aplikasinya sampai saya bingung sendiri mau pilih yang mana. Hingga akhirnya ku download beberapa aplikasi tersebut yang sepertinya bisa ku pelajari serta melihat kemampuan PC yang ku miliki dan kelebihan masing-masing aplikasi tersebut. Ternyata setelah terdownload dan terinstal otakku buntu tidak menemukan cara bagaimana cara mengoperasikannya. Jalan lain pun ku tempuh dengan mencari tutorialnya di youtube. Karena saking minimnya daya tangkapku dan ketidakmampuanku akhirnya usaha itupun belum membuahkan hasil. 

Terlepas dari itu semua, salah satu hobiku memang nguprek-nguprek aplikasi meski sering kandas di tengah jalan, sehingga di waktu yang kadang bersamaan dengan materi yang menurutku materinya membuatku penasaran akupun mencoba mengikuti pelatihan daring. Salah satu diantara membuat blog yang memasuki tugas akhir. Membuat blog ternyata bukan sulit bagian desain tetapi justru lebih sulit bagaimana mengisi blog tersebut serta kontinyu dan konsisten dengan tidak mengandung unsur SARA. Dengan adanya momen yang tepat ini ketika blogku sudah terbuat sebagai bagian motivasiku, hal ini ku manfaatkan untuk menulis sesuatu yang sekiranya bermanfaat. Karena pada waktu yang bersamaan juga aku mengikuti Pelatihan Daring Membuat Media Pembelajaran Video Whiteboard Animasi Powtoon. yang diinfokan oleh rekan kami yang luar biasa baik hati yaitu Bapak Utoyo Ramlan.

Sesuatu yang lama ku cari akhirnya kutemukan. Aku menyadari bahwa aku kurang memiliki percaya diri untuk tampil didepan kamera, sehingga salah satu edit video yang ingin ku pelajari yaitu dalam bentuk animasi. Selain itu juga, menurutku anak-anak akan lebih menarik jika ditampilkan dalam bentuk animasi, meski semua tergantung dalam penyajiannya. Dalam kepadatan kegiatan yang sedang dijalani aku berusaha enjoy untuk mengikutinya karena ini bagian dari impian dengan support dari rekan-rekan yang lain.

Tepatnya tanggal 16 September 2020, iniformasi Diklat daring yang diselenggarakan oleh IGI Banyuasin menyita perhatianku. Ya, Pelatihan Daring Membuat Media Pembelajaran Whiteboard Animation Gelombang 2 mulai tanggal 17-21 September 2020.


Akhinya aku pun mendaftar bersama 3 rekan guru lainnya dari Musi Rawas yang saya tahu. Proses komunikasi dengan panitia pun mulai dilakukan hingga masuk pada grup telegram sebagai media komunikasi yang digunakan dalam pelatihan ini.

Aplikasi Powtoon. Ya itu namanya dan sebelumnya juga pernah saya mendengar tentang aplikasi itu. Namun kemistri untuk mempelajarinya sepertinya belum muncul. Momen berjamaah bersama teman-teman salah satu alternatif membangkitkan semangat untuk belajar dan kesempatan itulah yang aku manfaatkan untuk mencoba mengikutinya.

Pelatihan ini dibimbing langsung oleh mentor yang cantik dan kece yaitu Ibu Rima Selly Novtantia seorang guru yang bertugas di SDN 1 Bangyuasin III, Sumatera Selatan dan di dibantu oleh moderator Ibu Meri Kartikasari. Acarapun dimulai pukul 19.30 sesuai waktu sesi yang saya pilih dengan jumlah peserta 74 orang dari berbagai daerah.



Pada pertemuan pertama, kami diperkenalkan dengan apa itu powton. Menurut penjelasan Ibu Rima bahwa powton merupakan salah satu layanan online untuk membuat sebuah media/bahan presentasi yang memiliki fitur animasi yang menarik. Sebenarnya banyak jenis aplikasi lain yang bisa dipergunakan untuk membuat animasi namun powtoon dianggap lebih komplek dan tersedia jenis animasi yang cukup banyak., jadi bukan sebatas membuat papan tulis tangan saja sesuai namanya yaitu Whiteboard Animation akan tetapi lebih dari itu yaitu membuat animasi modern, cartoon, dan sebagainya.

Beberapa keunggulan Powtoon
  • Memiliki animasi-animasi yang menarik
  • Sangat pas jika presntasi menggunakan powtoon pada jenjang sekolah karena bisa mengusir rasa bosan melalui animasi-animasi yang dimilikinya.
  • Hasilnya sangat menarik
  • Animasinya variatif, interaktif, dan kolaboratif
  • Mencakup segala aspek indera penglihatan dan pendengaran (berbagai media)
Tapi, dibalik semua keunggulannya, Powtoon ini hanya dapat diakses secara online melalui websitenya.

Tidak seperti yang kubayangkan, kupikir untuk membuat video langsung saja masuk pada websitenya untuk langsung mengoperasikannya. Ternyata ada langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum memulai agar waktu proses membuat video dapat berjalan dengan baik. Seperti yang disampaikan oleh Bu Rima bahwa yang harus dilakukan untuk mengawali proyek membuat video adalah menyusun skenario yang disebut dengan istilah Storyline.

Apa itu Storyline? Storyline bisa diartikan sebagai naskah, jadi storyline ini nanti akan mempermudah pembuatan video kita nanti. Storyline merupakan bagian yang sangat penting dari proses perencanaan pembuatan video, karena storyline secara jelas menyampaikan bagaimana sebuah cerita berjalan. Storyline juga memungkinkan untuk melihat berbagai permasalahan yang mungkin timbul selama proses pembuatan video dan segera mencari solusinya sehingga proses pembuatan video dapat tetap berlangsung dlam waktu yang tidak terlalu panjang.

Setelah diadakan tanya jawab di grup telegram kamipun bergabung di google classroom dimana tugas dan informasi disampaikan disana. Seperti diklat lainnya, kami pun tak luput dari tugas. Apa tugas kami? yaitu membuat storyline  sebagai modal kita membuat video animasi yang akan dibuat sesuai dengan konsep/materi pembelajaran yang kita pilih sesuai selera peserta.

Setelah berfikir mencari ide tentang konsep materi yang akan dijadikan skenario pembelajaran, akhirnya akupun mengambil judul Materi Adaptasi Tumbuhan Terhadap Habitatnya. Alhamdulillah setelah proses belajar dan berkat bimbingan Bu Rima tugaspun terselesaikan dan terkirim sebelum tenggat waktu yang ditentukan yaitu Minggu, 19 September 2020 Pukul 18.00 sebagai tugas pertama kami.

Tugas 1 Membuat Storyline
Judul : Adaptasi Tumbuhan Terhadap Habitatnya
Nama Peserta         : Sarto
Instansi                    : SD Negeri Trans Donorojo
Kabupaten               : Musi Rawas

Hikmah dibalik proses ini yang dapat saya ambil :
"Meskipun perkembangan tekhnologi yang sangat pesat namun keberadaan guru tidak dapat tergantikan oleh kemajuan tekhnologi tersebut"

Demikian sedikit perkenalanku dengan Mr. Powtoon dihari pertamaku, kiranya bermanfaat dan bagian dari media untuk memotivasi diri saya pribadi untuk belajar menulis.
Mohon saran dan kritiknya dalam penulisan ini dan mohon maaf atas kekeliruaannnya.

Terima kasih
Salam sejahtera untuk kita semua
Wassalam

Sabtu, 12 September 2020

Sedekah yang Dipaksakan

Salam sejahtera untuk kita semua
Pembaca yang budiman, disini saya ingin menuangkan pemikiran dan sudut pandang saya yang mungkin  terkesan seperti opini dan mungkin itu juga opini. Karena dasar pemikiran yang saya curahkan bukan dari sesuatu yang mungkin dasarnya saya sendiri kurang memahami, tapi sebatas pandangan dan pemikiran saya dalam konten yang akan saya sampaikan.

Ya ...

Sedekah yang Dipaksakan

Dalam sebuah kehidupan manusia dianjurkan untuk bisa membangun suatu hubungan baik secara vertikal maupun horizontal. Kita paham bahwa hubungan vertikal tentu hubungan kita dengan Yang Maha Kuasa. Sedangkan hubungan horizontal yaitu menjalin hubungan kita dengan sesama makhluk. Dalam kontek yang akan kita bahas adalah hubungan kita dengan sesama makhluk. Kita sadar, bahwa mahkluk di bumi ini bukan cuma sebatas manusia akan tetapi ada hewan dan tumbuhan serta alam semesta. Semua itu harus kita jalin hubungan secara baik.

Secara teori dan apabila dilisankan kata baik sangatlah mudah dan ringan, akan tetapi ketika kita menerapkannya dalam kehidupan yang nyata tidaklah segampang ketika mengucapkan. Kenapa demikian? Kita paham bahwa setiap manusia itu pasti punya karakter dan sudut pandang yang berbeda. Hal inilah yang terkadang sulit kata baik itu melekat pada diri kita.Terkadang kita sudah berusaha sebaik mungkin menurut kita ternyata belum lah tepat baik menurut orang lain atau sekelompok orang. Jadi, baik menurutku ada 3, yaitu baik menurut diri sendiri, baik menurut orang lain, dan benar menurut Tuhan. Kenapa ko kata benar itu untuk Tuhan (Allah bagi kaum muslim), karena sudah menurut aturan Tuhan dipastikan akan baik dan benar juga manusia. Karena kata baik itu relevan sedangkan benar itu hal yang baku. Nah, pembaca yang budiman hendaknya kita berusaha agar apa yang kita lakukan bisa baik ketiganya. Amin.

Terkait dengan bagaimana kita menjalin hubungan sesama makhluk dengan baik, hal ini dapat dilihat dengan merasakan pada hati kita masing-masing sebagai pembeda apakah yang sudah kita lakukan baik atau belum. Yakinlah ketika kita melakukan sesuatu hal yang baik secara fitrah manusia pasti dalam relung hati yang paling dalam akan merasakan suatu kebahagiaan, ketenangan, dan menumbuhkan rasa cinta kasih antarsesama. Namun sebaliknya, meski secara visual terlihat seperti tidak terjadi sautu apa-apa akan tetapi jika hal yang tidak baik dilakukan, dipastikan dalam relung hati yang paling dalam akan merasakan kecamasan, rasa takut, rasa bersalah, gundah gulana, galau dan sebagainya yang akan menggangu ketenangan hidupnya.

Mungkin akan ada pertanyaan, jika demikian mengapa masih banyak Saudara-saudara yang mungkin (maaf) masih berbuat yang kurang baik? Ya, jawabnya karena dalam dirinya sudah dikuasai oleh nafsunya dan tidak mampu mengendalikannya, serta tak mampu lagi melihat fitrah dirinya sendiri, tak mampu lagi melihat dirinya sendiri, bahasa umum instropeksi diri (kalo dalam bahasa Jawa "metani awake dewe").

Karena yang namanya instropeksi diri merupakan sesuatu yang sulit untuk dilakukan, seperti pepatah semut di lautan kelihatan, gajah di pepupuk mata tidak terlihat. Sulit rasanya memang kita menilai diri kita sendiri, mencari kesalahan diri sendiri, yang ada hanya sesuatu yang baik, sesuatu yang benar yang ada diri kita. Sering mungkin dalam diri kita merasa kita sudah baik dengan sesama, sudah sering membantu teman, bakti terhadap orang tua dan saudara-saudaranya, berbagi dengan sesama dan lain sebagainya. Dan apakah itu benar-benar sudah kita lakukan dengan tulus?

Menjalin silaturahmi dan berbagi dari yang pernah saya pahami dapat memperpanjang umur kita. kata berbagi itu identik dengan kata sedekah. Sedekah itu banyak macamnya, ada yang bilang sedekah yang paling murah yaitu senyum. Sedekah bisa juga berupa sedekah ilmu, materi, tenaga, maupun gagasan/pendapat. Sering kita dengar bahwa kalau kita mau berbagi/sedakah pasti kita akan menjadi orang yang kaya, tergantung apa yang kita bagi/sedekahkan. Kita bagi ilmu, pasti ilmunya malah makin nambah alias kaya ilmu, kita bagi tenaga maka kita semakin sehat, kita membagikan materi/uang maka materi kita pun akan semakin bertambah. Namun untuk berbagi materi ini butuh pemahaman konsep dasar yang kuat karena memang kalo kita menggunakan otak kiri kita maka hal ini tidak bisa ketemu solusinya dan seolah bertolak belakang dengan konsep tesebut. Dan berbagi materi ini mungkin sebagian dari kita masih sulit melakukannya.

Saya meyakini, bahwa dalam agama apapun berbagi itu pasti dianjurkan. Artinya hukum ini berlaku untuk siapa saja. Dan saya meyakini juga bahwa apa yang kita miliki pun sebagian adalah terdapat hak untuk orang lain, maka dari itulah kita berbagi dari apa yang kita miliki.

Pembaca yang budiman, sering kita mendengar bahwa dengan kita berbagi dapat menyehatkan tubuh kita. Ya, saya pun sepakat itu. Karena kita kita bisa berbagi terhadap sesama maka kita akan merasakan kebahagian yang tak terhingga terlebih melihat orang-orang yang kita santuni adalah orang yang sangat membutuhkan, akan nampak sekali kegembiraan  yang nampak dari raut wajah mereka dan hal itu yang akan sinkron dengan perasaan kita. Dan biasanya orang-orang yang kita santuni akan mengutarakan sesuatu secara tulus, apa itu? yaitu doa untuk yang menyantuni, doa keselamatan, rezeki yang lancar dan berkah, keselamatan dan hal baik lainnya. Itulah alasannya mengapa saya sepakat.

Terkadang, ketika kita mendapat musibah jarang kita bercermin, ada yang salahkah dengan kita? mungkin kita kurang perhatian dengan orang tua kita, mungkin hubungan kita dengan saudra-saudara kita kurang harmonis, mungkin juga kita kurang sedekah, mungkin kita sering mempersulit urusan orang dan lain sebagainya. Gunaka cermin sebesar mungkin untuk melihat diri kita sendiri dengan penuh perenungan.

Karena menurutku kita mendapat musibah itu ada 3 kemungkinan, pertama mungkin itu ujian, mungkin itu peringatan, atau malah bahkan suatu teguran. Musibah yang kita terima patut disyukuri, artinya Tuhan masih sayang dengan kita. Jika itu sebuah ujian artinya derajat kita akan ditambahkan/ditingkatkan, namun jika kita mendapat peringatan artinya ada yang salah dengan kita. Sebaiknya kita cepat-cepat sadar akan kekeliruan kita dengan peringatan yang Tuhan berikan, jangan sampai pada sebuah teguran karena kelalaian kita. 

Musibah yang kita terima mungkin berupa peringatan atau teguran dapat berupa terkena penyakit, kecelakaan, ataupun yang lainnya yang dapat kita semakin terpuruk dalam kehidupan dunia. Cepat-cepatlah kita sadar dan instropeksi jika kejadi ini terjadi, mungkin kita kurang perhatian dengan orang tua, kurang harmonis dengan saudara dan tetangga, kurang sedekah,  kurang bersyukur atas nimkat yang tuhan berikan, atau mungkin kita salah satu orang yang hobi mengambil hak orang lain, dan lain sebagainya. Dan pada kondisi demikian, mau tidak mau kita harus mencari solusi terbaik untuk keluar dari belenggu tersebut. Ketika kita sakit, tentulah harus berobat ke dokter ataupun secara alternatif, dan terkadang tak cukup hanya dengan satu dua kali berobat, tak cukup juga terkadang dengan satu dua orang dokter, tak cukup juga dengan hanya satu tempat berobat, mencari tempat dan obat yang cocok untuk menyembuhkan penyakit kita. Begitupun jika kita mendapat musibah berupa kecelakaaan, hal yang sama pun harus dilakukan. Nah, pada situasi demikian tidak dapat kita hindari biayapun harus kita keluarkan untuk proses pengobatan dan bisa dipastikan butuh biaya yang cukup besar demi kesembuhan dan kesehatan kita.

Pembaca yang budiman, mempelajari dari kondisi dan situasi tersebut mari kita renungi, adakah yang salah dengan kita? Pertanyaan itu tujukan dengan diri kita, jikalau kita tidak mampu menemukan sesuatu yang keliru mungkin kita butuh orang dekat yang bisa kita yakini mampu memberikan solusi. Dengan ketentuan kita harus siap menerima apapun yang akan disampaikannya karena biasanya yang namanya saran ataupun kritik terlebih berhubungan dengan kekeliruan dan kesalahan kita sangat sulit rasanya untuk diterima. Itu salah satu konsekuensinya. Namun, curhat yang paling tepat yaitu pada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Merenungi pertanyaan diatas, jangan-jangan itu peringatan dan teguran dari Tuhan, jangan-jangan biaya yang cukup besar itu yang kita keluarkan bagian dari sedekah yang yang dipaksakan, yang justru harus kita keluarkan bukan niat yang tulus dari kita, namun suatu kondisi yang memaksa, yang harusnya bisa kita sedekahkah di masa dan kondisi kita sehat dengan sedekah yang tulus. Dan mungkin itu merupakan teguran dari Tuhan. Untuk itu sebelum Tuhan memaksa kita untuk sedekah, mari kita belajar sedekah.

Yakinlah berbagi itu INDAH
Indahnya Berbagi

Demikian mungkin sedikit pemikiran dan sudut pandang saya dalam kontek ini. Apabila ada hal yang mungkin kurang berkenan dalam konten ini mohon maaf dan mohon saran serta kritiknya. Kiranya tulisan ini bermanfaat sebagai bahan muhasabah kita bersama.